Model Pembelajaran ASSURE Kaitannya Dengan Integrasi Teknologi dan Media Pembelajaran
Apa itu Model Pembelajaran ASSURE?
Model ASSURE adalah suatu model pengembangan dikembangkan oleh Sharon E. Smaldino, Robert Heinich, Michael Molenda, dan James D. Russell. Model ini diformulasikan untuk kegiatan pembelajaran disebut juga berorientasi kelas.
Model ASSURE merupakan sebuah prosedur panduan untuk mendesain perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang mengkombinasikan antara materi, metode dan media.
Model ASSURE sangat sederhana dan relatif mudah untuk diterapkan sehingga dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar serta peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam merencanakan dan menyusun pembelajaran secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.
Model Pembelajaran ASSURE (Analyze learners, State objectives, Select methods, media, and materials, Utilize media, materials, Require learner participation, Evaluate and revise) merupakan sebuah model pembelajaran atau bisa juga suatu prosedur panduan yang bertujuan untuk perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang menggabungkan antara materi, metode, dan media. Dimana pada setiap kegiatan pembelajaran, guru harus menyertakan metode dan media yang akan dibutuhkan dalam memberikan materi di dalam kelas sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
A. Analyze learners.
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar peserta didik yang urgent sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi :
1. General Characteristics (Karakteristik Umum)
2. Specific Entry Competencies (Mendiagnosis kemampuan awal)
3. Learning Style (Gaya Belajar)
B. State objectives.
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.
C. Select methods, media, and materials.
Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pembelajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar.
- Memilih strategi pembelajaran
- Memilih teknologi dan media yang sesuai dengan bahan ajar
D. Utilize media, materials.
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini, yaitu:
1. Preview materi
2. Siapkan bahan ajar
3. Siapkan lingkungan
4. Infokan ke peserta didik
5. Memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan
E. Require learner participation.
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi peserta didik terhadap materi dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan memberikan informasi kepada peserta didik.
F. Evaluate and revise.
Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan:
- Penilaian hasil belajar peserta didik
- Penilaian hasil belajar peserta didik yang otentik
- Penilaian hasil belajar portofolio
- Penilaian hasil belajar yang tradisional atau menggunakan elektronik.
- Menilai dan memperbaiki strategi, teknologi dan media
Daftar Pustaka:
Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2002). Instructional Media And Technologies For Learning 7th Edition (R. Heinich).
https://www.pdfdrive.com/instructional-media-and-technologies-for-learning-7th-edition-d184973426.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar